Valentine’s
Day ( Hari Kasih Sayang ? )
Hari gini siapa yang tidak kenal
dengan VD ( Valentine’s Day )? Apalagi kaum muda kita, dengan latahnya mereka
mengagungkan VD sebagai pencurahan bentuk kasih sayang mereka kepada kekasihnya
masing-masing. Mereka tidak perduli apakah hal tersebut sesuai dengan nilai dan
kepribadian kita sebagai umat beragama, ataupun budaya kita sebagai orang
Timur. Setiap VD datang kaum muda dan mudi saling mencurahkan kasih sayangnya
dengan beragam caranya masing-nasing.
Terlepas dari
sejak kapan budaya VD ini berkembang di tanah air, jelas VD adalah produk EROPA
dan BARAT yang mengidentikkannya dengan kasih sayang.Memang secara historis
banyak versi mengenai awal kemunculan VD ini. Salah satunya adalah untuk
mengenang tokoh Kristen bernama Santo Valentina yang dihukum mati oleh Kaisar
Romawi Raja Cladius Iidengan cara dipukuli dan dipenggal kepalanya pada 14
Februari 270 M. Pada versi lain mengatakan VD adalah tanggal untuk menghormati
Dewi Juno ( dewi perempuan dan perkawinan )yang diikuti tangal 15 Februari
sebagai perayaan Lupercalia sebuah upacara memohon perlindungan kepada Dewa
Lupercalia ( dewa kesuburan ) dari gangguan srigala daan gangguan lainnya. Ada
juga yang mengatakan bahwa Valentine berasal dari kata Latin yang artinya “
Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, Yang Maha Kuasa”, yang ditujukan kepada
Tuhan orang Romawi Nimrod dan Lupercus.Masih banyak versi lain yang bekembang
yang pada intinya sarat dengan nuansa kekufuran dan kemusyrikan.
Dengan berbagai
latar belakang tersebut, ditambah dengan banyak penyimpangan saat merayakannya,
banyak ulama mengeluarkan fatwa “ HARAM” terhadap VD dan segala bentuk yang
mengarah pada perayaan tersebut.
Secara resmi
Majelis Fatwa berbagai negara juga sudah mengeluarkan fatwa tersebut.
Diantaranya Majelis Ulama Indonesia ( MUI ), Lajnah Fatwa Malaysia, Hai’ah
Kibar al-‘Ulama Arab saudi dan lainnya. Bahkan dengan tegas lembaga agama Arab
Saudi menyatakan : Itu adalah HARI RAYA PENYEMBAH BERHALA..., dan umat Islam
yang percaya pada hari akhir dan hari kiamat tidak boleh merayakan atau
mengakuinya. Umat Islam wajib menjauhknnya guna menghindari hukuman dan murka
Allah.
Semoga hal ini
menjadi perenungan kita bersama untuk kebaikan kita semuanya. Pro dan kontra
tentu sudah biasa, tetapi paling tidak dengan melihat latar belakang dan
banyaknya penyimpangan saat merayakan VD sudah bisaa dijadikan tolok ukur kita
terhadap VD. Apakah berguna atau tidak. Wallaahu a’lam.
Sebagai penutup
saya sampaikan satu hadis dari Rasulullah saw. Nabi bersabda : ( suatu saat
nanti ) kamu pasti akan meniru tradisi orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi
sejengkal, sedepa demi sedepa, hinggga seandainya mereka memasuki liang
biawakpun kamu pasti akan ikut-ikutan memasukinya. Apakah yang dimaksud kita akan
ikut-ikutan tradisi Yahudi dan Nasrani ya Rasulullah ? tanya para sahabat. Siapa
lagi ? jawab Nabi saw ( H. R. Bukhari dan Muslim ).






0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Tuliskan Komentar anda disini