Sabtu, 11 Februari 2012

VALENTINE'S


Valentine’s Day ( Hari Kasih Sayang ? )
Hari gini siapa yang tidak kenal dengan VD ( Valentine’s Day )? Apalagi kaum muda kita, dengan latahnya mereka mengagungkan VD sebagai pencurahan bentuk kasih sayang mereka kepada kekasihnya masing-masing. Mereka tidak perduli apakah hal tersebut sesuai dengan nilai dan kepribadian kita sebagai umat beragama, ataupun budaya kita sebagai orang Timur. Setiap VD datang kaum muda dan mudi saling mencurahkan kasih sayangnya dengan beragam caranya masing-nasing.
     Terlepas dari sejak kapan budaya VD ini berkembang di tanah air, jelas VD adalah produk EROPA dan BARAT yang mengidentikkannya dengan kasih sayang.Memang secara historis banyak versi mengenai awal kemunculan VD ini. Salah satunya adalah untuk mengenang tokoh Kristen bernama Santo Valentina yang dihukum mati oleh Kaisar Romawi Raja Cladius Iidengan cara dipukuli dan dipenggal kepalanya pada 14 Februari 270 M. Pada versi lain mengatakan VD adalah tanggal untuk menghormati Dewi Juno ( dewi perempuan dan perkawinan )yang diikuti tangal 15 Februari sebagai perayaan Lupercalia sebuah upacara memohon perlindungan kepada Dewa Lupercalia ( dewa kesuburan ) dari gangguan srigala daan gangguan lainnya. Ada juga yang mengatakan bahwa Valentine berasal dari kata Latin yang artinya “ Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, Yang Maha Kuasa”, yang ditujukan kepada Tuhan orang Romawi Nimrod dan Lupercus.Masih banyak versi lain yang bekembang yang pada intinya sarat dengan nuansa kekufuran dan kemusyrikan.
     Dengan berbagai latar belakang tersebut, ditambah dengan banyak penyimpangan saat merayakannya, banyak ulama mengeluarkan fatwa “ HARAM” terhadap VD dan segala bentuk yang mengarah pada perayaan tersebut.
     Secara resmi Majelis Fatwa berbagai negara juga sudah mengeluarkan fatwa tersebut. Diantaranya Majelis Ulama Indonesia ( MUI ), Lajnah Fatwa Malaysia, Hai’ah Kibar al-‘Ulama Arab saudi dan lainnya. Bahkan dengan tegas lembaga agama Arab Saudi menyatakan : Itu adalah HARI RAYA PENYEMBAH BERHALA..., dan umat Islam yang percaya pada hari akhir dan hari kiamat tidak boleh merayakan atau mengakuinya. Umat Islam wajib menjauhknnya guna menghindari hukuman dan murka Allah.
     Semoga hal ini menjadi perenungan kita bersama untuk kebaikan kita semuanya. Pro dan kontra tentu sudah biasa, tetapi paling tidak dengan melihat latar belakang dan banyaknya penyimpangan saat merayakan VD sudah bisaa dijadikan tolok ukur kita terhadap VD. Apakah berguna atau tidak. Wallaahu a’lam.
     Sebagai penutup saya sampaikan satu hadis dari Rasulullah saw. Nabi bersabda : ( suatu saat nanti ) kamu pasti akan meniru tradisi orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sedepa demi sedepa, hinggga seandainya mereka memasuki liang biawakpun kamu pasti akan ikut-ikutan memasukinya. Apakah yang dimaksud kita akan ikut-ikutan tradisi Yahudi dan Nasrani ya Rasulullah ? tanya para sahabat. Siapa lagi ? jawab Nabi saw ( H. R. Bukhari dan Muslim ).

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tuliskan Komentar anda disini